aku nggak perlu uang ribuan...
yang aku mau ada lahan tuk makan...
asal ada ubi...untuk ku makan
asal ada babi...untuk ku panggang
aku cukup senang.....
dan akupun tenang....
Itulah sebait lagu dari grup musik Slank yang menggambarkan kesuburan dan kesedarhanaan masyarakat Wamena. Nama Wamena mungkin belum akrab di telinga kita. Sebab, distrik yang menjadi ibukota Kabupaten Jayawijaya ini memang lebih terkenal dengan nama Lembah Baliem. Lembah yang dikelilingi Pegunungan Jayawijaya ini terkenal dengan keindahan wisata alamnya. Bahkan, keindahan alamnya terkenal hingga ke mancanegara.
Saat aku mengunjungi Lembah Baliem, (Agustus 2007), aku langsung ingin melihat mummi Wimontok Mabel, salah satu obyek wisata yang terkenal di Wamena. Obyek wisata ini terletak di Desa Kurulu yang jaraknya sekitar 50 kilometer di utara Wamena. Sebagai obyek wisata andalan di Wamena, akses jalan menuju desa ini cukup baik. Hanya sekitar satu jam kita sudah sampai di Desa Kurulu.
Sebenarnya, menurut adat suku Dani, jenazah suku Dani yang meninggal tidak dikuburkan tetapi dikremasi dengan upacara adat, yang berlangsung selama 40 hari. Selesai dikremasi, abu jenazah dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam labu. Kemudian labu tersebut dimakamkan di belakang honai (rumah adat suku Dani) yang disebut Pilamo dan diberi pagar pelindung.
Namun, beberapa jenazah suku Dani juga ada yang diawetkan (dimummikan). Menurut informasi, hanya orang tertentu yang boleh dimumikan. Mereka biasanya orang yang dianggap pahlawan karena berjasa dalam perang antar suku semasa hidupnya. Bisa jadi mereka adalah kepala suku atau panglima perang seperti Wimontok Mabel.
Wimontok dalam bahasa masyarakat setempat berarti perang terus. Ia adalah kepala suku perang yang terkenal dengan ahli strategi. Namun, Wimontok meninggal karena usia yang sudah tua. Dan sebagai panglima perang, tubuhnya dipenuhi luka tusukan yang masih terlihat hingga sekarang. Umur mummi ini diperkirakan sekitar 366 tahun. Umur ini bisa dihitung dari kalung rumput yang dilingkarkan di lehernya setiap 5 tahun sekali. Untuk pengalungan tersebut harus disertai upacara adat dengan pemotongan babi. Kemudian, lemak babi itu dilulurkan ke seluruh tubuh si-mummi.
Hingga saat ini, warga suku Dani masih merahasiakan cara pengawetan mummi Wimontok. Namun menurut cerita, pengawetan dilakukan dengan cara pengasapan sekitar 3 bulan terus-menerus dengan ramuan rempah-rempah. Sepanjang prosesi pengawetan tersebut disertai dengan upacara adat yang sakral. Setelah menjadi mummi, perawatan selanjutnya ditangani kaum laki-laki saja. Mereka percaya, jika sudah tersentuh oleh wanita, mummi akan cepat rusak dan bisa mendatangkan malapetaka seperti ladang yang tidak subur dan timbulnya wabah penyakit. Dan bagi si wanita sendiri, ia bisa menjadi tidak subur.
Dalam upacara-upacara adat seperti perkawinan, mummi Wimontok selalu dihadirkan di tengah-tengah pesta. Sesuai dengan kepercayaan mereka, kehadiran mummi di upacara tersebut akan mendatangkan kebahagiaan dan kesuburan. Mereka percaya, mummi akan merestui setiap kegiatan yang mereka lakukan sebab hal itu pernah dilakukan oleh mummi semasa hidupnya.
Bayar 450 ribu
Mummi Wimontok disimpan dalam sebuah rumah honai yang gelap. Penerangan dalam rumah honai itu hanya didapat dari sinar yang masuk melalui celah-celah atap yang terbuat dari alang- alang. Mummi Wimontok diletakkan dalam kotak yang sedikit lebih besar dari ukuran tubuhnya di salah satu sudut ruangan.
Tidak mudah untuk dapat melihat mummi Wimontok. Pasalnya, kita harus melakukan negosiasi harga terlebih dahulu dengan kerabat dekatnya. Usai negosiasi, kerabat Wimontok mematok harga sesuai jumlah rombongan yang hadir. Saat itu, mereka meminta ongkos Rp 450 ribu untuk kami dapat melihat mummi Wimontok. Tapi, itu baru ongkos mengeluarkannya dari rumah honai tempat ia disimpan. Kalau ingin memotretnya, maka kita harus membayar lagi Rp 5 ribu untuk sekali jepret.
Namun, kenangan yang didapat wisatawan usai mendatangi obyek wisata ini jauh melebihi ongkos yang harus mereka keluarkan. Sebab, selain di Wamena, mummi hanya ada di Mesir yang secara geografis lebih jauh dari Indonesia.
1 comment:
World Of Warcraft gold for cheap
wow power leveling,
wow gold,
wow gold,
wow power leveling,
wow power leveling,
world of warcraft power leveling,
world of warcraft power leveling
wow power leveling,
cheap wow gold,
cheap wow gold,
buy wow gold,
wow gold,
Cheap WoW Gold,
wow gold,
Cheap WoW Gold,
world of warcraft gold,
wow gold,
world of warcraft gold,
wow gold,
wow gold,
wow gold,
wow gold,
wow gold,
wow gold,
wow gold
buy cheap World Of Warcraft gold t3t6f7yc
Post a Comment